Photobucket

Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2010

Pemilihan AC Secara Bijak (2)

Waktu kita ingin membeli AC untuk melengkapi rumah, kita sering bingung dalam menentukan AC merk apa dan berapa PK yang ingin kita beli. Untuk membantu para pembaca, kami memberikan tips praktis sebagai bahan untuk memutuskan.
Berapa PK AC yang akan kita beli??

Sebenarnya kemampuan mendinginkan ruangan bukan ditentukan oleh ”berapa PK” nya itu sendiri. Karena cooling capacity dari AC di pasaran sering ditunjukkan dengan satuan btu/h. Sedangkan satuan PK awalnya adalah untuk menunjukkan berapa energi yang diserap oleh kompressor dalam bekerja. Namun dalam perkembangannya PK sering dijadikan ”ukuran” besarnya AC itu sendiri, hal yang tidak sepenuhnya salah tapi tidak benar benar tepat.

Misal:
AC 1 PK merk XXX mempunyai kapasitas 9.000 btu/h dan power consumption 1000 watt(4,5Amp)

Kalau kita lihat data di atas, penamaan 1 PK sebenarnya tidak tepat, karena menurut konversi unit satuan 1 PK = 2.544 btu/h = 746 watt.
Penamaan 1 PK hanyalah sekedar penamaan yang diambil dari besarnya motor yang dipakai untuk menggerakkan kompressor pada AC.

Di pasaran, kita akan menemukan data kapasitas AC rata rata sebagai berikut:
½ PK » 5000 btu/h
¾ PK» 7000 btu/h
1 PK » 9000 btu/h
2 PK » 18.000 btu/h
3 PK » 24.000 btu/h


Merk apa yang akan kita beli ?

Di dalam menentukan merk, kita jangan tergiur oleh murahnya harga beli. Sebab di pasaran kita akan menemukan AC ½ PK merk tertentu yang konsumsi dayanya hanya 320 Watt (memakai teknologi INVERTER), sementara AC ½ PK merk lain konsumsi dayanya 600Watt.
Sudah tentu AC ½ PK yang pertama yang konsumsinya hanya 320 Watt harga belinya lebih mahal dibanding yang kedua. Namun kalau kita mau menghitung selisih harga dengan biaya listrik yang dibutuhkaan, kita akan berpikir ulang untuk memilihnya.

Contoh riil di pasaran:
AC ½ PK merk A konsumsi dayanya 355Watt dengan harga beli Rp.3.500.000,-
AC ½ PK merk B konsumsi dayanya 600Watt dengan harga beli Rp.3.000.000,-
Dua duanya mempunyai kapasitas yang sama yaitu 5000btu/h

Kalau kita hanya melihat harga tentu kita akan memilih AC B yang harganya lebih murah.

Namun kalau kita mau sedikit berhitung, selisih konsumsi daya 600W-320W = 280 Watt harus kita bayar lebih mahal setiap bulannya.
Kalau kita asumsikan sehari AC dihidupkan 10 jam dan harga per kWh PLN = Rp 500,- maka per harinya kita sudah membayar 0,280kWh x 10 jam x Rp 500,- = Rp.1.400,- lebih mahal.

Dengan demikian dalam sebulannya kita membayar 30xRp.1.400,- = Rp. 42.000,- jumlah yang cukup fantastik bukan....??

Artinya, selisih harga Rp.500.000,- itu akan kembali dalam waktu 12 bulan.

Semoga berikutnya anda tidak bingung lagi dalam memilih AC untuk menyamankan ruangan anda, dengan pertimbangan rupiah yang benar.




Pemasangan Unit AC

Mengenai lokasi dan situasi tempat pemasangan:

* Tempat aliran udara (indoor/outdoor) harus bebas tidak ada hambatan untuk sirkulasi udaranya.
* Tempat untuk pemeliharaan & service harus mudah dijangkau agar pada waktu maintenance lebih mudah.
* Tempat memasang unit rata dan kerataan bisa diukur menggunakan waterphas.
* Halangan atau gangguan sirkulasi udara (in/outdoor).
Jarak pemasangan outdoor minimal 20 cm untuk bagian sisi kiri dan belakang, minimal 30 cm sisi kanannya. Dan 70 cm untuk sisi depan unit outdoor. Untuk indoor jarak pemasangan diindor minimal 10cm sisi atas, kiri dan kanan.
* Gangguan lain terhadap pembuangan udara. Untuk indoor tidak boleh berdekatan dengan sumber panas dan dengan pintu keluar masuk.Dan oudoor tidak boleh ada benda apapun yang dapat menghalangi radiasi panas dari kondensor.
* Getaran bisa dikurangi dengan menggunakan karet mounting yang biasanya sudah tersedia pada unitnya dan diupayakan untuk memasang ditempat yang dapat meminimalkan bunyi berisik dan getaran dan yang tidak mengganggu ketenangan tetangga.
* Penampilan setelah pemasangan harusnya mengikuti ketentuan estetika interior dan eksterior ruangan.



Jaringan kelistrikan:

* Ukuran kabel (tata letak peng-kabel-an) memakai ukuran kabel 1,5 mm, 2.5 mm, 4 mm dsb.
* Tegangan dan frekuensi, tegangan normal 220 V dan frequensinya 50 Hz atau 60Hz untuk daerah tertentu.
* Kekuatan hubungan pengkabelan.
* Komponen/sarana pengaman (sistem grounding dan MCB) grounding fungsinya untuk membuang kebocoran arus yang terjadi dan MCB (Miniature Circuit Breaker) fungsinya untuk pemutus arus diukur dengan Ampere.
* Kapasitas saklar dan fuse/sikring dianjurkan memakai stop kontak kaki tiga, dengan kwalitas yang baik.
* Tegangan drop atau turun naik saat starting, tegangan drop bisa dinaikkan dengan memakai stabiliser.
* Jaringan listrik khusus untuk pemasangan unit dan outlet-nya.



Pengerjaan hubungan pemipaan indoor dan outdoor unit:

* Ukuran pipa (diameter) harus sesuai dengan standar unit AC
contoh untuk AC 1/5 sampai 1 PK memakai pipa 3/8" dan 1/4"
untuk AC 1 1/5 dan 2 Pk memakai pipa 1/2" dan 1/4".
* Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation) dengan menggunakan armaflek atau isolasi pembungkus pipa.
* Getaran saat unit di jalankan pada outdoor menggunakan karet mounting.
* Appearance/penampilan
* Jumlah freon (tambah atau buang karena ada perubahan panjang pipa) dichek dengan menggunakan manifold dan pengukur ampere.
* Periksa kebocoran gas dengan memakai leak detector atau busa sabun.
* Pengaturan/instalasi oil trap harus dibuat setiap 5-7 meter dengan ketentuan posisi outdoor diatas dan indoor dibawah ataupun sebaliknya.
* Gangguan terhadap jalur pemasangan pipa.


Pengerjaan sistem ducting (jika diperlukan)

" Ukuran pipa (diameter)
" Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation)
" Getaran saat unit di jalankan
" Suara dari sitem ducting yang di buat
" Penampilan


Pengerjaan sitem pembuangan air (drainase)

" Hubungan part/bagian sealing (anti bocor).
" Pekerjaan sistem isolasi (heat insulation).
" Pengaturan jarak ujung saluran drainage dengan tempat pembuangan akhir (terutama saat musim hujan).
" Meyakinkan, lancarnya air keluar dari evaporator (tuangkan segelas atau lebih air ke area evaporator).
" Pemasangan pipa drainase harus menghadap kebawah.
" Periksa sistem pembuangan jika terkena air hujan atau tetesan air lainnya.
" Penampilan.


Hal-hal lain:

" Akurasi proses air purging (buang angin) dengan memakai vaccum air.
" Pembukaan service valve dan pengecekan tekanan freon , suction atau tekanan rendah 60-80 psi dan discharge/ tekanan tinggi 250-350 psi dan disesuaikan dengan pengukuran ampere.
" Pengukuran Ampere disesuaikan dengan yang tertera pada pamflet unit dan disesuaikan dengan tekanan freon.
" Cara pengoperasian AC yang baik dan benar bisa dibaca pada buku petunjuk pemakaian.
" Pengukuran temperature udara antara intake atau udara yang tersedot unit indoor dan discharge suhu atau yang keluar perbedaannya lebih dari 8 derajat celcius.



Pemilihan AC Sejara Bijak

Menjadikan ruangan sejuk dan bersih di setiap waktu merupakan impian setiap orang. AC jadi pilihan. Unsur ramah lingkungan layak dikedepankan, sebagai pentimbangan memilih AC. Mengingat kecintaan kita akan bumi.

Bumi semakin panas, semua orang sudah tahu, bahkan merasakannya. Isu Global Warming atau pemanasan global jadi pengetahuan umum warga Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan agar bumi tidak bertambah panas. Salah satunya dengan pemilihan alat rumah tangga secara bijak.

Dari sekian banyak alat rumah tangga, pendingin udara atau Air Conditioner (AC) menempati urutan pertama dalam konsumsi energi listrik terbesar. Tidaklah mengherankan karena AC beroperasi sepanjang waktu, tanpa henti. Untuk itu, pemilihan bijak untuk AC jadi langkah awal dari sekian banyak alat rumah tangga yang ada di rumah anda.

Menjadikan ruangan sejuk dan bersih merupakan tujuan kenapa banyak warga Indonesia memasang AC. Banyak produk dari beragam merk hadir dipasaran. Tidak hanya menawarkan kesejukan dan kebersihan, juga hemat akan listrik bahkan material yang ramah lingkungan. Dari sekian banyak manfaat yang ditawarkan penting bagi anda untuk teliti sebelum membeli.

AC hemat energi, banyak kita temui dibrosur di tiap toko elektronik. Namun apa sich yang dimaksud hemat energi bagi AC? Konsumsi energi listrik untuk AC paling besar dibanding yang lain, mencapai 2.147 kWh, dengan ukuran 1 ½ PK.

Namun dengan hadirnya teknologi inverter, pemakaian listrik untuk AC dapat dihemat hingga 50%. Penghematan ini membawa dua manfaat, pertama tagihan listrik rumah anda tentu berkurang. Sedang yang kedua, anda memulai langkah penghematan energi, guna menjaga bumi tidak bertambah panas.

Unsur ramah lingkungan tak kalah penting dalam pemilihan AC. Pada AC terdapat refrigeran, yang berfungsi mengambil energi (termal) dari daerah bertemperatur rendah dan dibuang ke daerah bertemperatur tinggi. Hingga menghasilkan udara dingin pada ruangan.

Banyak jenis refrigeran yang belum ramah lingkungan.
Mulailah 'Menghindari' AC dengan refrigeran 'R22', karena dapat merusak lingkungan secara berkala. Pastikan jenis refrigeran 'R410A' anda pilih untuk AC yang anda pakai. Jenis ini selain ramah lingkungan juga lebih aman bagi manusia dan tidak merusak lapisan ozon.

Udara bersih juga penting. AC dengan Air Purifier jadi solusi. Dengan menyatunya Air Purifier pada AC, ruangan tidak hanya sejuk, namun juga bersih. Bagi anda yang peduli akan kelestarian lingkungan serta membutuhkan kenyamanan dari sejuknya udara ruangan, pilihlah AC dengan teliti. Apa yang anda pilih menentukan masa depan. Jadi selamat memilih?